Profil Pengawas Gugus 358 Blimbing
Posted by pengawassdkotamalang On 23.57 with No comments
Refleksikan Kegiatan Pembelajaran
Posted by pengawassdkotamalang On 23.03 with No comments
Mengenal Gerakan Literasi Sekolah
Posted by pengawassdkotamalang On 18.18 with No comments
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah upaya komprehensif untuk membangun budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah, seperti siswa, guru, dan orang tua. Tujuannya adalah menjadikan siswa literat agar memiliki keterampilan membaca, menulis, menyimak, melihat, dan berbicara untuk pembelajaran sepanjang hayat. Gerakan ini merupakan implementasi dari kebijakan untuk menumbuhkan budi pekerti siswa dan meningkatkan kompetensi mereka.
- Tujuan utama:Meningkatkan minat baca dan menulis siswa agar mereka menjadi insan yang literat dan mampu melakukan pembelajaran sepanjang hayat.
- Mencakup:Semua kegiatan yang berhubungan dengan literasi, tidak hanya membaca tetapi juga menulis, menyimak, melihat, dan berbicara.
- Melibatkan:Seluruh ekosistem sekolah, termasuk siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
- Implementasi:Diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti menyediakan pojok baca, melakukan kegiatan membaca bersama sebelum pelajaran dimulai, dan membuat kegiatan menulis setelah membaca.
- Dasar kebijakan:Gerakan ini adalah implementasi dari kebijakan penumbuhan budi pekerti melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015.
Identifikasi Tantangan Gerakan Literasi Sekolah
Posted by pengawassdkotamalang On 08.53 with No comments
Bapak Ibu yang hebat
Sebagai bahan pengembangan Gerakan Literasi Sekolah, Yuk, kita Identifikasi Tantangan yang kita hadapi dan tulis juga usulan strategi pemecahannya untukkita bahas bersama di kegiatan Inkuiri Kolaboratif Gugus kita.
Untuk mengisi, Silakan buka tautan di bawah ini
Persiapan GSF Kota Malang
Posted by pengawassdkotamalang On 08.21 with No comments
MALANG – Gelaran Green
School Festival (GSF) 2019 yang diinisiasi oleh Dinas pendidikan Kota
Malang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Malang mendapatkan sambutan yang
antusias. Antusiasme itu terlihat di Grand Final GSF 2018 yang diselenggarakan
di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Senin (22/10).
Peserta GSF
Selain pengumuman juara GSF 2018, juga ditampilkan
berbagai karya dari para peserta. Turut hadir pada kesempatan ini Wali Kota
Malang Drs. H. Sutiaji dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah,
MM.
Zubaidah mengungkapkan sangat terkesan sekali dengan
penyelenggaraan GSF 2018 yang sangat luar biasa. Ajang ini bisa menjadi ajang
yang baik untuk bisa mengembangkan kemampuan siswa agar sesuai dengan bakat dan
kemampuan yang dimiliki.
“Saya sampai lupa apa yang ingin saya pidatokan, sebab
melihat begitu luar biasanya kegiatan ini. Saya berharap kegiatan ini bisa
terus diadakan untuk bisa memotivasi sekolah-sekolah di Kota Malang untuk bisa
semakin berprestasi, termasuk di bidang lingkungan,” kata Zubaidah, Senin
(22/10).
Zubaidah mengaku sangat bangga dengan GSF yang sudah
memasuki tahun kelima ini. Pasalnya dari kegiatan ini dapat menumbuhkan
kecintaan siswa terhadap lingkungan, membiasakan diri hidup bersih, hingga
belajar disiplin.
Apresiasi dan dukungan dengan gelaran GSF 2019 juga
disampaikan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji. Disampaikannya, kegiatan GSF ini
sangat baik karena dapat membantu siswa untuk berkembang sesuai dengan potensi
yang dimiliki.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang edukasi
yang baik bagi anak-anak sejak usia dini agar bisa menjadi generasi yang aktif,
kreatif dan produktif. (cah/yon)
Bersama Mencegah dan Memberantas Korupsi, Road Show Bus KPK " Membangun Semangat Antikorupsi"
Posted by pengawassdkotamalang On 13.58 with No comments

Link Download CP Terbaru 2024 Kurikulum Merdeka Resmi dari BSKAP Kemendikbudristek RI
Posted by pengawassdkotamalang On 13.51 with No comments
MALANG-Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP)
Kemendikbudristek RI telah merilis CP terbaru Kurikulum
Merdeka 2024.
CP Kurikulum Merdeka 2024 adalah kompetensi
pembelajaran yang harus dicapai peserta didik di akhir setiap fase.
Selain itu, CP Kurikulum Merdeka 2024 memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif untuk memastikan bahwa peserta didik tidak hanya menguasai pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Maka dari itu guru perlu menyesuaikan kembali strategi serta rancangan
pembelajaran yang sesuai dengan CP agar strategi pengajaran selaras
dengan Kurikulum Merdeka.
Guru dan tenaga pendidik dapat mengakses CP terbaru dalam Kurikulum Merdeka 2024 untuk semua fase dan mata pelajaran.
Adapun CP terbaru dalam Kurikulum Merdeka 2024 dapat diunduh melalui link berikut:
Link
Download CP Terbaru Kurikulum Merdeka 2024: KLIK
Tidak
hanya itu, guru dapat mengakses seluruh fase dan mata pelajaran CP terbaru
dalam Kurikulum Merdeka 2024, dengan cara sebagai berikut:
Cara Cek CP Terbaru Kurikulum Merdeka
2024
1.
Buka laman https://guru.kemdikbud.go.id/kurikulum/referensi-penerapan/capaian-pembelajaran/
2.
Pilih jenjang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, seperti PAUD, SD, SMP,
atau SMA;
3.
Lalu pilih mata pelajaran yang ingin diperiksa;
4.
Setelah memilih jenjang pendidikan dan mata pelajaran, klik tombol
"Lihat CP & ATP" untuk melihat informasi lebih lanjut;
5.
Pilih fase yang sesuai dengan jenjang pendidikan yang dipilih;
6.
Selanjutnya tampilan akan menunjukan informasi mengenai capaian umum serta
capaian per elemen.
Informasi tersebut mencakup kompetensi yang harus dicapai siswa di setiap fase.
Guru juga dapat mengecek Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) pada laman tersebut dengan memilih opsi "Contoh ATP".
Apa itu Capaian
Pembelajaran?
Dilansir
guru.kemdikbud.go.id, Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi
pembelajaran yang harus dicapai murid pada setiap fase perkembangan, yang
dimulai dari fase Fondasi pada PAUD.
Tujuan dari CP adalah memastikan peserta didik memperoleh kompetensi yang
diperlukan sesuai dengan perkembangan mereka, sehingga dapat berkembang secara
optimal.
CP mencakup sekumpulan kompetensi dan lingkup materi, yang disusun secara
komprehensif dalam bentuk narasi.
Fase capaian pembelajaran untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) terdiri atas satu fase, yaitu fase Fondasi.
Tujuan dari CP adalah memastikan peserta didik memperoleh kompetensi yang diperlukan sesuai dengan perkembangan mereka, sehingga dapat berkembang secara optimal.
CP mencakup sekumpulan kompetensi dan lingkup materi, yang disusun secara
komprehensif dalam bentuk narasi.
Fase capaian pembelajaran untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) terdiri atas satu fase, yaitu fase Fondasi.
Murid berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dapat menggunakan CP pendidikan khusus.
Sementara itu, murid berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual dapat
menggunakan CP umum dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.
Fase Capaian Pembelajaran Kurikulum
Merdeka 2024
·
Fase Fondasi: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/RA
·
Fase A: Kelas I-II SD/MI/Paket A/sederajat
·
Fase B: Kelas III-IV SD/MI/Paket A/sederajat
·
Fase C: Kelas V-VI SD/MI/Paket A/sederajat
·
Fase D: Kelas VII-IX SMP/MTs/Paket B/sederajat
·
Fase E: Kelas X SMA/SMK/MA/MA Kejuruan/Paket C/sederajat
·
Fase F:
1.
Kelas XI-XII SMA/MA/Paket C/sederajat dan SMK/MA Kejuruan
program 3 tahun
2.
Kelas XI-XIII SMK/MA Kejuruan program 4 tahun
Kunjungan ke SDN Tunggulwulung 1
Posted by pengawassdkotamalang On 14.38 with No comments
Pemetaan Mutu SD Kota Malang
Posted by pengawassdkotamalang On 14.35 with No comments
MALANG – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan melakukan pemetaan mutu Sekolah Dasar (SD) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar di tahun 2019. Pemetaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sekolah-sekolah dasar, dengan harapan hasilnya dapat menjadi landasan dalam perbaikan dan pengembangan program pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah, menjelaskan bahwa pemetaan mutu ini mencakup beberapa indikator utama, di antaranya kompetensi guru, fasilitas sekolah, partisipasi siswa, serta hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). “Kami ingin mendapatkan gambaran menyeluruh terkait kondisi setiap sekolah, agar kebijakan pendidikan lebih tepat sasaran,” ujar Zubaidah.
Metode dan Temuan Awal
Pemetaan ini menggunakan instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan analisis data capaian akademik. Selain itu, kunjungan langsung ke sekolah-sekolah juga dilakukan untuk mengevaluasi sarana dan prasarana pendidikan. Berdasarkan temuan awal, sekitar 75% SD di Kota Malang sudah memenuhi standar layanan minimal, tetapi masih terdapat tantangan, terutama di aspek keterbatasan laboratorium dan perpustakaan yang memadai.
Beberapa sekolah unggul yang menjadi sorotan seperti SDN Tlogomas dan SDN Kauman menunjukkan capaian tinggi di bidang literasi dan numerasi. Namun, beberapa SD di pinggiran kota dilaporkan masih membutuhkan peningkatan di bidang kompetensi guru dan dukungan teknologi.
Rekomendasi Perbaikan
Berdasarkan hasil pemetaan, Dinas Pendidikan Kota Malang akan fokus pada peningkatan kompetensi guru melalui program pelatihan intensif dan memperbaiki sarana pembelajaran di sekolah yang belum memadai. Selain itu, kerja sama dengan pihak swasta dan komunitas pendidikan juga akan diperluas untuk mendukung keterjangkauan fasilitas belajar, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil.
"Target kami adalah semua SD di Kota Malang mencapai standar mutu pendidikan nasional pada tahun 2021," tambah Zubaidah.
Dengan adanya pemetaan mutu ini, diharapkan seluruh sekolah di Kota Malang dapat menjalankan program pendidikan secara optimal dan merata, sehingga kualitas pendidikan dasar di kota ini semakin meningkat. Pemetaan ini juga akan menjadi tolok ukur evaluasi program setiap tahunnya demi keberlanjutan peningkatan mutu pendidikan.





