Wikipedia

Hasil penelusuran

Headline Today's

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Sekilas tentang  Saya

Posted by On 13.31 with No comments

Nama saya Jupri, M.Pd. lulus S2  Pasca Sarjana Jurusan Pendidikan Bhs. Indonesia di Universitas Islam Malang (UNISMA) Tahun 2012, sebelumnya S1 Jurusan Pendidikan Bhs. Indonesia di Unikama PGRI, SPG Negeri Pasuruan, SMP Negeri Purwosari, SD Negeri Pager II dan Madrasah Ibtidaiyah Pager Purwosari.

Mulai mengajar di MI Asshodiq Kuwolu Bululawang Malang pada 1990 lalu Sukwan Guru SD di SDN Mergosono IV mulai 1992 s.d. 1993. Diterima sebagai PNS 1993 di SDN Bandulan 2 s.d. 2006. Diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah: di SDN Tlogowaru 2 (2006-2007), Kepala Sekolah di SDN Bakalankrajan 2 (2007-20011), Kepala Sekolah di SDN Gadang 3 (2011-2012), Kepala Sekolah di SDN Gadang 1 (2012-2016), Kepala SDN Percobaan 1 (2016-2019) dan diberi tugas sebaga Pengawas Sekolah Dasar di Kec. Lowokwaru (2019-2023), Pengawas Sekolah di Blimbing wilayah Kel. Bunulrejo dan Pandanwangi (2023-2024), Pengawas Sekolah di wilayah Kel. Blimbing dan Kel. Bunulrejo (2024-2025) dan Pengawas Sekolah di wilayah Kec. Sukun Kel. Mulyorejo, Ciptomulyo (awal 2025 s.d. sekarang) selain itu juga mendapat tugas tambahan sebagai Pengawas PAUD wilayah Kec. Sukun (2025-sekarang).

Beberapa prestasi pernah saya torehkan;
1. Juara 1 Guru Berprestasi Kota Malang (2002)
2. Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi Jawa Timur (2010)
2. Juara 1 Pengawas Inovatif (Jambore GTK) Jawa Timur (2024)
3. Juara 2 Pengawas Sekolah Inovatif dan Dedikatif Nasional (PBPGRI2  (2024)
4. Juara 1 Lomba Menulis Cergam Jawa Timur (2009)

Prestasi lain pada tahun sebelumnya:
1. Juara 1 Lomba Penulisan Artikel tema Karakter Jawa Timur (2006)
2. Juara Harapan 1 LKTI Integrasi Imtaq ke dalam mata pelajaran (Nasional 2004)

Prestasi Lembaga yang dipimpin:
1. Juara 1 Loma Gugus SD Nasional (2009)
2. Juara 1 Lomba Klub olahraga SD (2014)
3. Juara Harapan 1 Lomba Perpustakaan Sekolah Nasional (2015)

Saya hobi menggambar, fotografi, videografi dan menulis.
Data pribadi selengkapnya pada file di bawah ini, silakan diklik dan scrol ke bawah.

Unduh Program Gerakan Literasi Sekolah

Posted by On 18.39 with No comments

 



Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah gerakan yang bertujuan menumbuhkan budaya membaca dan menulis di sekolah agar siswa memiliki kebiasaan membaca, meningkatkan kapasitas literasi, dan menjadikan sekolah sebagai taman belajar. Kegiatan utamanya meliputi pembiasaan membaca (seperti 15 menit sebelum pelajaran atau reading camp), kegiatan menulis (mading dan membuat karya), serta kegiatan pendukung lainnya seperti diskusi buku dan pameran karya. 
Tujuan utama GLS
Menumbuhkan budaya literasi dan budi pekerti siswa, Meningkatkan kapasitas warga sekolah agar literat, Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan, Menciptakan pembelajaran sepanjang hayat. 
Contoh kegiatan dalam GLS
  • Pembiasaan membaca:
    • Kegiatan "Membaca 15 Menit Sebelum Pelajaran" (setiap hari). 
    • "KECAP" (Kamis Membaca Senyap). 
    • Kegiatan reading camp. 
  • Kegiatan menulis dan berkarya:
    • Membuat mading (majalah dinding) secara rutin. 
    • Menulis karya seperti cerpen atau puisi. 
    • Menuliskan kegiatan harian atau pengalaman. 
  • Kegiatan literasi lainnya:
    • Diskusi buku kelompok (Focus Group Discussion). 
    • Kegiatan diorama cerita (membaca, mendiskusikan, membuat, dan bercerita dengan bantuan diorama). 
    • Unjuk kemampuan (presentasi atau pameran karya). 
    • Pameran seni dan sastra. 
Contoh program literasi
  • Program literasi harian: Membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai. 
  • Program literasi mingguan:
    • Membaca senyap setiap hari Kamis (KECAP). 
    • Diskusi buku rutin seminggu sekali. 
    • Membuat mading setiap hari Jumat. 
  • Program literasi insidental:
    • Kegiatan seperti reading camp atau pameran penta seni. 
    • Unjuk kemampuan setiap hari Kamis pagi. 
Manfaat
  • Terciptanya kegiatan siswa yang positif.
  • Tingkat etika dan estetika siswa yang meningkat.
  • Berkembangnya kerangka berpikir dan berinovasi siswa.
  • Terbentuknya berbagai nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, dan rasa ingin tahu. 

Untuk file Program Gerakan Literasi Sekolah bisa Unduh di bawah ini





















Data Perpustakaan DDC

Posted by On 16.19 with No comments

 


DDC (Dewey Decimal Classification) pada perpustakaan sekolah adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan dan mengatur koleksi buku dan materi pustaka lainnya secara sistematis berdasarkan subjek, sehingga memudahkan pengguna untuk mencari dan menemukan buku yang mereka butuhkan. Sistem ini membagi semua pengetahuan ke dalam sepuluh kelas utama, yang kemudian dipecah lagi menjadi sub-kelas yang lebih spesifik menggunakan sistem penomoran desimal. 

Cara kerja DDC

  • Sepuluh kelas utama:

Pengetahuan dibagi menjadi sepuluh kelas utama, mulai dari

000−099 (Karya Umum) hingga 900−999

  • Kode klasifikasi:

Setiap buku diberi nomor panggil unik yang terdiri dari kode DDC yang menunjukkan subjeknya. Angka pertama menunjukkan kelas utama, angka kedua menunjukkan sub-kelas, dan seterusnya. 

  • Penyusunan di rak:

Buku-buku kemudian disusun di rak sesuai dengan urutan nomor panggil ini, sehingga buku-buku dengan subjek yang sama akan berada di dekat satu sama lain. 

Manfaat DDC di perpustakaan sekolah

  • Memudahkan pencarian: Pengguna dapat menemukan buku dengan lebih cepat karena penataan yang teratur.
  • Efisiensi dan keteraturan: Pustakawan dapat mengelola koleksi dengan lebih efisien.
  • Pemahaman struktur ilmu pengetahuan: Pengguna dapat memahami bagaimana berbagai subjek berhubungan satu sama lain. 

 


Data Perpustakaan Sekolah

Posted by On 09.20 with No comments



Data perpustakaan sekolah adalah informasi mengenai koleksi buku dan bahan pustaka lainnya, serta data pengguna dan kegiatan peminjaman yang terorganisasi secara sistematis untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolahData ini mencakup jumlah pengunjung, anggota, subjek koleksi, dan jumlah peminjaman untuk membantu merekayasa perpustakaan agar lebih bermanfaat bagi siswa dan guru. 

Komponen data perpustakaan sekolah
  • Data Koleksi: 
    Informasi tentang jenis-jenis koleksi yang tersedia, seperti buku pelajaran, buku fiksi, non-fiksi, majalah, dan lainnya. Data ini juga mencakup jumlah judul dan subjek koleksi. 
  • Data Pengguna: 
    Informasi mengenai anggota perpustakaan, seperti jumlah anggota per kelas atau per tingkat.
  • Data Kegiatan: 
    Mencatat aktivitas yang terjadi, seperti jumlah pengunjung per bulan, jumlah peminjaman per subjek, dan informasi peminjaman lainnya. 
  • Data statistik: 
    Statistik mengenai perpustakaan sekolah itu sendiri, yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemajuan dan perkembangan sekolah. 
Fungsi data perpustakaan sekolah
  • Mendukung proses belajar: 
    Membantu perpustakaan untuk menyusun koleksi yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa serta guru. 
  • Meningkatkan layanan: 
    Membantu pustakawan dalam mengelola koleksi dan layanan agar lebih efektif dan efisien. 
  • Menunjang evaluasi: 
    Data ini digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi kinerja perpustakaan dan menyusun program pengembangan di masa depan. 
  • Pengambilan keputusan: 
    Membantu pimpinan sekolah dalam mengambil keputusan terkait perpustakaan, misalnya dalam pengadaan koleksi baru atau penambahan fasilitas.

  • Contoh Data Perpustakaan yang dipajang di dinding 
1. Visi, Misi dan Tujuan Perpustakaan


2. Selamat Datang di Peprustakaan


3. Data Perpustakaan





Unduh Panduan GLS di SD

Posted by On 09.55 with No comments

 


Keterampilan membaca berperan penting dalam kehidupan kita karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Oleh karena itu, keterampilan ini harus dikuasai peserta didik dengan baik sejak dini.

Dalam konteks internasional, pemahaman membaca tingkat sekolah dasar (kelas IV) diuji oleh Asosiasi Internasional untuk Evaluasi Prestasi Pendidikan (IEA-the International Association for the Evaluation of Educational Achievement) dalam Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) yang dilakukan setiap lima tahun (sejak tahun 2001). Selain itu, PIRLS berkolaborasi dengan Trends in International Mathematics and Science Studies (TIMSS) menguji kemampuan matematika dan sains peserta didik sejak tahun 2011. Pada tingkat sekolah menengah (usia 15 tahun) pemahaman membaca peserta didik (selain matematika dan sains) diuji oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD—Organization for Economic Cooperation and Development) dalam Programme for International Student Assessment (PISA).

Uji literasi membaca mengukur aspek memahami, menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan. Dalam PIRLS 2011 International Results in Reading, Indonesia menduduki peringkat ke-45 dari 48 negara peserta dengan skor 428 dari skor rata-rata 500 (IEA, 2012). Sementara itu, uji literasi membaca dalam PISA 2009 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-57 dengan skor 396 (skor rata-rata OECD 493), sedangkan PISA 2012 menunjukkan peserta didik Indonesia berada pada peringkat ke-64 dengan skor 396 (skor ratarata OECD 496) (OECD, 2013). Sebanyak 65 negara berpartisipasi dalam PISA 2009 dan 2012. Data PIRLS dan PISA, khususnya dalam keterampilan memahami bacaan, menunjukkan bahwa kompetensi peserta didik Indonesia tergolong rendah.

Rendahnya keterampilan tersebut membuktikan bahwa proses pendidikan belum mengembangkan kompetensi dan minat peserta didik terhadap pengetahuan. Praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah selama ini juga memperlihatkan bahwa sekolah belum berfungsi sebagai organisasi pembelajaran yang menjadikan semua warganya sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Untuk mengembangkan sekolah sebagai organisasi pembelajaran, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (guru, peserta didik, orang tua/wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.

GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah “kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai”. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Desain Induk ini disusun guna memberi arahan strategis bagi kegiatan literasi di lingkungan satuan pendidikan dasar dan menengah. Pelaksanaan GLS akan melibatkan unit kerja terkait di Kemendikbud dan juga pihak-pihak lain yang peduli terhadap pentingnya literasi. Kerja sama semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan sangat diperlukan untuk melaksanakan gerakan bersama yang terintegrasi dan efektif.

Unduh Panduan GLS Sekolh? Klik Link di bawah ini

UNDUH

Garis Besar Pembelajaran Mendalam

Posted by On 07.57 with No comments


Definisi 

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu

1.Berkesadaran

Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.

2. Bermakna

Peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan. Peserta didik mampu mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan pengetahuannya dalam  kehidupan nyata.

3. Menggembirakan

Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi. Peserta didik merasa dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya pada proses pembelajaran. Peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan. 

Materi lselengkapnya unduh pada tautan berikut:

1. Paparan  Pembelajaran Mendalam

UNDUH DI SINI

2. Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam

UNDUH DI SINI