Laporan gerakan literasi sekolah adalah dokumen yang merangkum pelaksanaan program literasi di suatu sekolah. Laporan ini berfungsi untuk mengevaluasi berbagai kegiatan yang bertujuan menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan warga sekolah, seperti mengamati, menciptakan, mengapresiasi, dan mempresentasikan karya literasi.
Fungsi laporan
- Laporan menjadi alat untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
- Laporan membantu sekolah memantau sejauh mana siswa dan guru telah terlibat dalam kegiatan literasi dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
- Menjadi catatan resmi untuk mendokumentasikan semua kegiatan literasi yang telah dilaksanakan, termasuk tahapan-tahapan yang dilalui (pembiasaan, pengembangan, pembelajaran).
- Laporan dapat menjadi sumber inspirasi bagi sekolah lain atau pihak terkait untuk menerapkan program serupa.
Isi laporan umum
- Menjelaskan alasan pentingnya gerakan literasi, seperti kebutuhan keterampilan membaca yang analitis dan kritis.
- Menguraikan tujuan dari gerakan literasi di sekolah tersebut.
- Mendeskripsikan kegiatan-kegiatan literasi yang dilakukan di sekolah, misalnya membaca 15 menit sebelum pelajaran, kunjungan ke perpustakaan, atau pengelolaan sudut baca.
- Menyajikan hasil dari kegiatan yang telah dilakukan, termasuk tingkat partisipasi siswa, dan melakukan evaluasi terhadap keberhasilan program.
- Memberikan rekomendasi untuk perbaikan program di masa mendatang, seperti meningkatkan variasi kegiatan atau mendorong partisipasi yang lebih aktif.
Untuk Contoh Laporan Kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dapat diunduh pada
link di bawah ini.
